Monday, July 2, 2007

Tegal

Batang

Kendal

Semarang

Pati

Kabupaten berpenduduk 1,197,860 jiwa (48% laki-laki dan 52% wanita) ini, masuk dalam urutan ke-8 dari 35 kabupaten/kota yang memiliki kasus HIV dan AIDS di Jawa Tengah.

Berdasarkan catatan Dinkes Propinsi Jateng, di Kabupaten yang terkenal dengan makanan khas nasi gandul itu, jumlah korban HIV sebanyak 37 orang dan AIDS 12 orang. Jumlah tersebut terhitung sejak 1993 hingga September 2007.

Sebagaimana wilayah lainnya, kelompok berisiko tertular HIV di kabupaten yang terletak sekitar 75 Km sebelah timur Semarang ini terdiri dari pengguna narkoba suntik (penasun), pasangan penasun, Wanita Penjaja Seks (WPS) langsung, WPS tak langsung, Klien WPS, gay, waria, dan klien waria.

Dengan tingkat prevalensi pada masing-masing populasi risti antara 0.88 hingga 40.85 dikalikan estimasi populasi berisiko maka di Pati, pada 2007 diperkiran terdapat 190 orang yang terinfeksi HIV. Lihat tabel di bawah berikut (Maaf menyusul tabel mengalami masalah).

Prevalensi Infeksi Menular Seksual (IMS) sendiri berdasarkan perbandingan data 2003 dan 2004 mengalami kenaikan dari 3.3% di 2003 menjadi 5.7% pada 2004. Kenaikan angka IMS ini, ditengarai karena rendahnya pemakaian kondom dalam kegiatan seks berisiko. Berdasarkan riset Dinkes Pati, jumlah pengguna kondom dalam kegiatan seks berisiko (Hubungan seks yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan) tak lebih dari 11%.

Secara geographis Kabupaten yang terdiri dari 12 kecamatan dengan slogan bumi mina tani ini, terletak di jalur pantura Semarang-Surabaya yang sangat ramai dilalaui mobil boks dan truk. Karena letaknya yang secara psikologis dan fisik menjadi titik lelah para sopir truk menjadikan Pati sebagai salah satu kota transit favorit, plus dengan layanan seks komersil

Setidaknya ada 8 tempat transaksi seks (lokalisasi) yang menyebar di 6 Kecamatan, dua yang terbesar adalah pangkalan truk (tidak resmi) Gajahkumpul, Batangan dan Lorong Indah, Margorejo. Sedang 6 lokasi lainnya berskala kecil (rumahan) tersebar di Juwana, Pucakwangi, Winong, Gabus dan Tambakromo. Di samping itu di kabupaten ini juga terdapat 24 hotel dan 7 tempat karaoke yang ditengarai juga merupakan bagian dari lokasi transaksi seks.

Keberadaan kali Juwana (salah sau kecamatan di kab. Pati) sebagai tempat sandaran kapal bagi nelayan dari berbagai penjuru Indonesia juga bagian dari faktor yang layak dipertimbangkan dalam usaha penanggulangan HIV/AIDS di Pati. Tak jarang, para pelaut dari berbagai wilayah di Indonesia, saat sandar membongkar muatan, meluangkan waktunya untuk membeli seks.

Untuk menangani program penurunan penularan HIV dan AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati merekrut beberapa relawan untuk melakukan penjangkuan di kelompok WPS dan kelompok lelaki berisiko tinggi, seperti klien dan potensial klien WPS. Guna melengkapi program tersebut, DKK Pati menunjuk Puskesmas Batangan (Puskesmas Rawat Inap) yang terletak berdekatan dengan pangkalan truk Gajahkumpul, Batangan menjadi klinik IMS. Sementara untuk program CST (Care Support and Treatment) ditangani oleh RS dr. Soewondo Pati.

Para staff dan relawan yang terlibat baik di pendampingan maupun klinik IMS semuanya telah mendapatkan pelatihan dari FHI (Family Health International).

Sedangkan untuk menjangkau kelompok risiko tinggi lainya, waria dan gay, dilakukan oleh LSM Graha Mitra dan Gessang yang telah melakukan kerjasama dengan Dinkes Kabupaten Pati. (Disusun oleh emhade)

Ihwal

Blog ini bertujuan untuk berbagi informasi tentang upaya penanggulangan HIV dan AIDS di kawasan Pantura Jawa Tengah, yang sementara hanya, meliputi Kabupaten Pati, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Tegal.

Silahkan mengutip segala informasi yang ada dengan menyebutkan blog Asa Pantura sebagai sumber kutipan Anda.

Saran kami cobalah melakukan klarifikasi dan cek silang dari berbagai lembaga, instansi atau sumber lainnya untuk meyakinkan bahwa data atau berita yang akan Anda kutip dari blog Asa Pantura ini, sesuai dengan situasi sesungguhnya.

Dengan penuh kerendahan hati, kami berharap berbagai informasi yang ada dalam blog ini, mampu menjadi bahan pembelajaran bagi upaya menahan laju epidemi HIV dan AIDS di Indonesia.

Salam hangat kami,
Asa Pantura